TUJUH BELASAN DISEKOLAHKU : DEFLASI AKHLAK YANG KENTARA

Hari ini pertama kalinya Aku menginjakkan kaki sekian lama di tanah smkn satu surabaya lagi. Setelah enam purnama berngiang di kota orang. Karena sedang ramai-ramainya memperingati hari kemerdekaan, sekolahku juga mengadakan lomba-lomba seperti semua sekolah pada umumnya di negri zamrud khatulistiwa ini.

Karena baru datang, tentu saja Aku tidak mengikuti satupun lomba, habis bosen juga juara tartil sekolah dua tahun beruntun waktu tujuh belasan dua edisi sebelumnya. hehehe

Nah, yang Aku tonton waktu itu kebetulan lomba dangdutan (entah kebetulan atau insting pria Indonesia yang membawaku.. haha), bersama kawanku yang punya rumah di dimensi lain, begitu kami menyebutnya sangking jauhnya. Anis namanya, panggilannya -maaf- Anus.

Di sana Aku agak merinding sebenar-benarnya. Bayangkan saja, lomba ini jelas dangdutan, imagenya terlanjur black list di mata tuhan. Nggak tahu deh di mata politikus yang doyan nyawer penyanyi dangdut setiap musim kampanye. Sebenernya musik dangdut is ok, nggak ada masalah, merakyat pula. tapi kegiatan waktu nyanyi dangdut itu looh, jibang tau nggak.

Kayak yang aku liat siang ini, semakin memperparah hipotesaku bahwa dangdut itu jibang bukan karena musiknya, tapi karena perilaku yang membuntuti di kegiatan dangdutan pada umumnya.

Ini tujuh belasan gitu loh, tujuannya kan meriahin dan merayakan, biar kita inget perjuangan pahlawan-pahlawan jaman dulu yang dengan berpeluh merebut kemerdekaan. Mana ada pahlawan kita jaman dulu mau nyerang kompeni goyang dombret dulu?
zzzzz.....

Yang Aku liat di sekolah, mayoritas cewek, nyanyi dangdut pake goyang-goyang nggak jelas gitu. maksudnya nyari sensasi, tapi malah lebih mirip kumat ayannya. Maksudnya apa juga kayak gitu. Guru yang jadi juri juga pasrah, inocent gitu.

Apalagi waktu yang cowok nyanyi, haduuuuhhh... nggak tega ane mau ngumbar aib sekolah di sini. Tapi bagiku, aib itu untuk diperbaiki, bukan untuk ditutupi.

Dan yang lebih malu-maluin lagi, bulan suci ramadhan itu bentar lagi! Aku ngerasa jibang deh... huaaahhh.... Ini kan udah ndahului pemerentah yang mau redominasi uang sejuta jadi ceban, ini mereka udah pada redominasi akhlak jadi terkikis nggak karu-karuan. Apalagi sekolah negeri berstandar internasional yang reputasinya sudah diakui, bahkan udah dapet standar ISO.

Dikira seksi? plis deeehhh.. buka mata.. buka hati..

Aku tulis juga, karena aku tau ini bukan hanya terjadi di sekolahku. Kejadian serupa pasti terjadi di mana-mana. Buat cewek-cewek yang sok-sok erotis, tolonglah punya harga diri sedikit. Aduuuhhh

salam jibang deh dari ane...

Popular Posts